Satu persatu kertas terbuang, entah untuk apa kemarin.. yang aku ingat aku hanya menulis namamu namamu dan namamu...
untuk apa aku hanya berdiam tanpa tau harus apa jika kamu benar-benar sudah tak ingat
tak ingat apa yang pernah kita lakukan.....
cukup lelah, bertubi tubi aku merasakan kehilangan dan kesakitan
bukan karenamu.... tapi karena aku
aku yang masih tak mampu melepasmu....
ya memang aku bodoh
sangat bodoh dan terlalu tolol
yang tetap menggenggam cermin yang dulu kamu berikan
untuk apa? aku bertanya yang tak sepatah pun kau lontarkan jawaban untukku sore itu.
setiba malam hari dan
sejenak aku berkaca, ya memang tak seperti yang diharapkan
pipiku masih merona
aliskupun tak sedikit mengerut
bahkan bibirku tersenyum terus
aku terlalu bodoh memahami hal itu
ternyata memang kamu tak pernah mencintaiku
sama sekali tidak pernah bahkan aku yang terlalu gila nekat
tetap terus mencintaimu sampai kapanpun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar